Laporan Kegiatan Field Trip Tanggal 23 September 2015
(Disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran TIK dan Bahasa Indonesia)

Disusun Oleh
Aldric Andreas
9B
No Presensi : 1
SMPK Tunas Bangsa Gading Serpong
Tangerang – 2015

                                                                                KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan hadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat, karunia, dan hidayah-Nya penulis dapat membentuk laporan kegiatan Field Trip ke Manna Sorgawi, BPK Gunung Mulia, dan Pabrik pembuatan alkitab (YLAI) dapat diselesaikan sesuai rencana.
Penulis sangat berharap dengan menulis laporan ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta dengan tujuan meningkatkan dan memperdalam pengetahuan tentang agama, terutama agama Kristen dan dalam rangka memenuhi tugas Semester Ganjil kelas IX-B. Dalam penyelesaian karya tulis ini, penulis mendapatkan bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
• Bapak Andry Kurniawan, S.Kom. selaku kepala sekolah Tunas Bangsa Christian School Gading Serpong yang telah mendukung laporan kegiatan ini,
• Bapak Hendra, S.Pd. selaku wakil kepala sekolah Tunas Bangsa Christian School Gading Serpong yang telah mendukung laporan kegiatan ini,
• Ibu Elizabeth Ria Yulita, S.Pd. selaku guru pembimbing dalam menyelesaikan laporan kegiatan ini,
• Orang tua yang telah memberikan dukungan dan bantuan material dalam pembuatan laporan kegiatan ini, serta
• Teman-teman kelas IX-B dan pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang turut mendukung penulis dan memberikan motivasi kepada kami.
Tiada gading yang tak retak, begitu pula dengan karya tulis ini jauh dari kesempurnaan. Oleh karena itu, segala saran dan kritik yang membangun dari para pembaca akan penulis terima dengan lapang hati.
Tangerang, 1 Oktober 2015
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Selama ini kita sudah familiar dengan barang-barang, kisah-kisah, dan cerita-cerita tentang agama Kristen, kita sudah mengenal atau tahu apa itu Alkitab dan salib, tetapi beberapa dari kita tidak tahu barang-barang apa saja selain Alkitab dan salib yang identik dengan agama Kristen dan mungkin bangaimana cara pembuatan Alkitab itu sendiri. Dari uraian tersebut maka penulis merasa tertarik untuk mengetahui barang-barang apa sajakah yang identik dengan agama Kristen dan bagaimana cara pembuatan Alkitab, apakah ada sejarah dibalik semua barang-barang tersebut. Karena alasan itulah laporan kegiatan ini dibuat.
B. Tujuan
Tujuan penyusunan laporan karya tulis ini adalah sebagai berikut:
• Memberikan pengetahuan tentang hal-hal apa saja yang berkaitan tentang agama Kristen.
• Menambah pengetahuan kami di masa yang akan datang.
• Menambah wawasan pengetahuan tentang agama Kristen bagi pembaca.
C. Metode
Metode adalah suatu cara penulis untuk mengamati wisata, kemudian mencatat hal yang perlu. Adapun cara yang digunakan untuk memperoleh data dan menyusun karya tulis ini sebagai berikut:
• Metode observasi (metode pengamatan secara langsung) merupakan metode dengan penulis mengamati obyek-obyek wisata, kemudian mencatat hal-hal yang penulis anggap penting.
• Metode Study Pustaka adalah metode penelitian dimana penulis mencari buku sumber yang berhubungan dengan objek yang ditulis dan mencari data-data dari internet.
• Metode Interview adalah metode penulis mengadakan tanya jawab dengan pemandu mengenai obyek wisata yang kami kunjungi agar karya tulis dapat tersusun dengan baik.
D. Pelaksanaan dan Peserta Field Trip
Kegiatan Field Trip ini dilaksanakan pada tanggal 23 September 2015 dan kami pergi ke Manna Sorgawi, BPK Gunung Mulia, dan Pabrik pembuatan alkitab (YLAI). Peserta kegiatan field trip ini adalah siswa-siswi kelas IX Tunas Bangsa Christian School Gading Serpong, Tangerang, Banten.

BAB II
PEMBAHASAN
A.Manna Sorgawi
1. Sejarah dan Latar Belakang Berdirinya Manna Sorgawi
Munculnya Museum Benda-Benda Alkitab Yerushalayim di bumi nusantara Indonesia, tidak dapat dilepaskan dari terbitnya salah satu renungan favorit di Indonesia, yaitu Renungan Harian Manna Sorgawi. Sejak awal terbitnya, salah satu hal yang menjadi ciri khas Renungan Harian Manna Sorgawi adalah gambar ‘inzet’ pada cover depan. Setelah 10 tahun lamanya melayani dengan menampilkan berbagai gambar benda-benda yang disebutkan di dalam Alkitab, maka seiring masuknya manusia ke ‘era otak kanan’, terlihat adanya kebutuhan untuk melihat secara langsung wujud fisik dari benda-benda tersebut. Atas dasar kerinduan untuk mendekatkan umat Kristen kepada Alkitab serta membuat Alkitab menjadi lebih hidup, maka pada bulan Januari 2009 secara resmi YPI Kawanan Kecil mendirikan “Museum Benda-Benda Alkitab Yerushalayim” yang bertempat di Jl. Raya Rawa Sengon No. 35, Kelapa Gading Barat, Jakarta.[1]
2. Benda-Benda yang Terdapat di Manna Sorgawi
Banyak benda-benda yang terdapat di Manna Sorgawi, mulai dari tanaman, miniatur, pakaian-pakaian, dan replica tempat rohani. Sebagian besar dari kita mengenali apa itu biji sesawi, tetapi tidak banyak dari kita yang pernah melihat bagaimanakah bentuk dari biji sesawi tersebut, selain biji sesawi ada juga barang barang lainnya, seperti replika bait Allah, barang-barang yang dipesembahkan untuk Tuhan Yesus pada saat Dia lahir, kapal nabi nuh, dan masih banyak lagi.
Di Manna Sorgawi kalian juga dapat melihat koin-koin yang digunakan oleh orang-orang Yahudi pada zaman dahulu, pakaian- pakaian orang Yahudi. Di Manna Sorgawi ada beberapa pakaian-pakain orang Yahudi dan ada juga beberapa pakaian orang Romawi. Dari situlah kalian dapat mengenali perbedaan pakaian-pakaian tersebut, bahkan keguanaannya dari masing-masing pakaian itu.
B. BPK Gunung Mulia
1. Awal Mula Berdirinya
BPK Gunung Mulia pada awalnya berdiri dengan nama Badan Penerbit Kristen (disingkat BPK) pada tahun 1950, meskipun baru menjadi badan yang legal pada tanggal 31 Agustus 1951. BPK merencanakan untuk menerbitkan buku-buku dan buklet dalam Bahasa Indonesia. Salah seorang tokoh yang menjadi motor pada awal berdirinya BPK adalah Johannes Verkuyl, di samping orang-orang lainnya. BPK mendapat dukungan dari Indische Kerk (kini menjadi Gereja Protestan Indonesia), lembaga-lembaga Zending, YMCA, dan tokoh-tokoh Kristen Indonesia, seperti J. Leimena, A.M. Tambunan, B. Probowinoto, dan W.J. Rumambi. Pada tahun 1950, Alfred Simanjuntak menjadi tenaga kerja penuh waktu dari BPK.[2]

2. Visi & Misi BPK Gunung Mulia
3. Visi dari BPK Gunung Mulia adalah “Gereja yang membaca, Gereja yang menulis”. Dan Misi dari BPK Gunung Mulia adalah “Bersama Gereja mewartakan kabar baik melalui literatur”. Proses Penerbitan
Di BPK Gunung Mulia kita diberi tahu bagaimana proses penerbitan dari sebuah buku, beginilah prosesnya:
• Menulis Naskah
• Menyeleksi
• Menyiapkan Buku
• Mencetak
4. Kegiatan BPK Gunung Mulia
Sebenarnya BPK Gunung Mulia adalah perusahaan penerbit buku agama Kristen, namun terkadang mereka membuat kegiatan kegiatan yang menarik lainnya, seperti :
• Story Telling
• Puppet Show
• Fun & Education Games
• Lomba-lomba
• Parenting
• Talkshow
• Pelatihan

C. Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)
1. Sejarah Berdirinya LAI
Pada tahun 1950, yaitu pada tahun yang sama Republik Indonesia diterima menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, beberapa tokoh-tokoh Kristiani terkemuka mulai memprakarsai berdirinya Lembaga Alkitab Indonesia. Sejalan dengan aspirasi kemerdekaan bangsa dan negara, timbullah keinginan untuk berdiri di atas kaki sendiri dan bertanggung jawab penuh atas lembaga gerejawi dan pengadaan serta penyebaran Alkitab.
Walaupun berdirinya Lembaga Alkitab nasional yang mandiri telah diusahakan sejak tahun 1951, tetapi realisasinya baru pada tanggal 9 Februari 1954 yaitu pada waktu penandatanganan Akta Notaris pendirian Lembaga Alkitab Indonesia sebagai badan hukum yang absah di hadapan Notaris Elisa Pondaag. Akta Notaris yang bernomor 101 tersebut mencatat nama-nama mereka yang menghadap Notaris dan susunan pengurus LAI yang pertama.[3]
2. Tugas LAI
Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) bukanlah organisasi gereja, tetapi keberadaannya untuk membantu semua gereja dan golongan Kristiani dalam upaya pengadaan Kitab Suci. LAI bertugas untuk menerjemahkan, menerbitkan dan menyebarkan Alkitab maupun bagian-bagiannya dalam bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa daerah. Dalam penerbitan LAI tidak mengandung catatan atau tafsiran doktriner suatu gereja atau golongan Kristiani tertentu. Dan selalu diusahakan agar penerbitan LAI dalam bahasa yang mudah dimengerti dan disebarkan dengan harga yang mudah dijangkau oleh khalayak ramai.3
3. Cara Pencetakan Alkitab
Ada 2 tipe dalam pencetakan Alkitab, yang pertama hanya dengan tulisan, kemudian gambar dan tulisan. Proses pencetakannya adalah:
• File-file digital untuk membuat Alkitab ditaruh di memori mesin gathering
• Lalu, Kertas dicetak menggunakan mesin Gross dan Speed Master.
• Kemudian kertas yang sudah di cetak tersebut dibagi menjadi 2, ada yang dilipat oleh pekerja da nada juga yang langsung dilipat menggunakan mesin.
• Lalu, kertas yang sudah dilipat tersebut masuk kedalam mesin yang bernamaVentura, yaitu mesin jahit otomatis.
• Setelah dijahit Alkitab disatukan kembali menggunakan mesin BBL-30 yang dapat bertahan selama 1000-1200 jam yang bertugas mengelem alkitab menjadi semakin erat.
• Kemudian dipanaskan untuk dikeringkan.
• Setelah dikeringkan, Alkitab dimasukan kedalam mesin three knife yang berfungsi untuk memotong sisa-sisa kertas dan merapihkan alkitab.
• Lalu, untuk penanda atau batasan di alkitab, tali penanda tersebut dilem 1 per 1 oleh pekerja dan pagian punggung alkitab juga ditempel 1 per 1.
• Kemudian untuk bagian finishing alkitab masuk kedalam mesin Casing-Inuntuk dipasang Covernya
• Alkitab pun siap di jual.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan adanya pembuatan karya tulis ini kami dapat memperoleh manfaat yang akan kami jadikan pelatihan di perguruan tinggi nantinya. Sehingga dalam pembuatan laporan kegiatan merupakan pelatihan bagi kami semua. Serta dalam pembuatan laporan kegiatan ini membuat kami lebih terampil dan bertanggung jawab menyelesaikan tugas yang telah kami terima. Dan dari beberapa objek yang telah kami kunjungi maka dapat kami simpulkan bahwa objek-objek itu mempunyai potensi dan manfaat masing-masing demi kemajuan bangsa dalam bilang agama atau kerohanian.
Masing-masing objek yang kami kunjungi mempunyai ciri khas masing-masing. Sehingga tiap-tiap objek mempunyai manfaat dan daya guna yang lebih luas. Kami selaku siswa sangat senang, karena disetiap tempat yang penulis kunjungi mempunyai kelebihan dan keistimewaan tersendiri. Kami mendapatkan wawasan yang baru tentang Alkitab serta barang barang rohani lainnya, tentunya kami mendapatkan wawasan tersebut mulai dari Museum Manna Sorgawi, BPK Gunung Mulia, serta Pabrik Pencetakan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI).
B. Saran
Dalam laporan kegiatan ini ada beberapa yang penulis ingin berikan kepada pengelola dan pengunjung. Saran tersebut antara lain:
• Bagi pengunjung yang ingin melihat secara langsung bagaimana cara pembuatan Alkitab, pengunjung dapat datang ke pabrik YLAI sebelum pukul 15.00 WIB, karena setelah pukul 15.00, ada bagian dari pabrik tersebut yang sudah tutup.
• Bagi Pengunjung yang ingin masuk ke pabrik YLAI, disarankan untuk tidak membawa kendaraan yang besar, karena jalur masuknya dapat di katakana kecil.
• Bagi para pengelola, penulis sarankan agar membuat obyek-obyek dapat dibuat lebih menarik yang dapat membawa lebih banyak pengunjung yang datang.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s